hafidzoturrohmah: 2012

Selasa, 16 Oktober 2012

~ Tren Memakai Jilbab ~
“Semakin ke sini tren pakai jilbab kok tambah aneh aja ya, Kak?” tanya Lifah dengan raut wajah bingung.

“Maksudnya aneh gimana, sayang?” Hilda pun balik bertanya.

“Coba aja Kakak lihat, yang semula pake peniti di leher sekarang malah pada pake penitinya di kepala?”

“Hehe iya juga ya, Dek...” Hilda tertawa menanggapi celotehan adiknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.

“Terus udah gitu pakenya berbelit-belit lagi, ditarik ke sana ditarik ke sini. Lifah aja pusing ngeliatnya, Kak. Kakak kok pakai jilbabnya masih biasa aja enggak di apa-apain, kan biar gaul Kak?” tanyanya polos.

“Hmm Kakak suka yang sederhana aja Dek, tau enggak kesederhanaan itu indah loh.” Jawab Hilda sembari tersenyum.

“Maksudnya apa, Kak?”

“Allah itu memang menyukai keindahan, tapi Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Lagi pula, Ibu kan selalu mengajarkan kita tentang kesederhanaan, bukan begitu? Hayo diingat-ingat lagi nasihat Ibu?” Hilda pun menasihati adik kecilnya. Lifah'pun tersenyum malu.

“Ayo sana berangkat mengaji, tuh Pak Ustadnya sudah datang. Sini Kak Hilda pakaikan jilbabnya,” seru Hilda.

Setiap habis Ashar memang adalah waktunya Lifah mengaji di masjid. Hilda pun hendak memakaikan jilbab berwarna biru muda, yang tak lain merupakan warna kesukaan Lifah.

“Eits sebentar dulu Kak, awas pakein penitinya di leher bukan di kepala. Nanti Kak Hilda lupa lagi. Hehe.”

“Kan kata kamu tadi biar gaul?” goda Hilda.

“Gaul sih gaul, tapi ribet Kak. Nanti kalo habis wudhu mau solat maghrib, Lifah ga bisa pakainya lagi gimana kak? Hehe.”

“Adik kakak yang satu ini memang pintar,” Hilda mencubit kedua pipi Lifah gemas.

Tak lama kemudian Lifah'pun berangkat mengaji ke masjid dan terlihat tampak cantik dengan balutan jilbabnya yang kebesaran.

Kesimpulan: Jangan pernah takut dibilang ketinggalan zaman, selama kita merasa nyaman dengan apa yang kita kenakan, karena jadi diri sendiri itu jauh lebih menyenangkan :)

Senin, 27 Agustus 2012


THE LOVE OF ALLAH
Barakallahu wahai kekasih-kekasih ALLAH…..^__^

Ahh, indahnya dicinta ALLAH….Hmmm, dicinta makhlukNYA aja udah kelepek-kelepek, sampe ngga bisa tidur… Ya ngga? ;) Hahaha….
Apalagi dicinta sama Yang Maha Memiliki…Yang Maha Lembut…Yang Maha Kaya….Yang Maha Segala-galanya….

Well, apa dicintai ALLAH berarti kita selalu happy? Ngga pernah susah, ngga pernah sedih, ngga pernah terluka? Hmmmm…. Kita baca aja yuuk, cerita perjuangan Rasulullah, makhluk yang paling ALLAH cintai….


Apa Rasul tidak pernah susah? Sahabat, sebelum kejayaan Islam, keluarga Rasul ngga pernah merasakan kenyang…. Bahkan Rasul mengikat perutnya dengan kulit berisi batu, agar tertahan oleh perut beliau yangmulia, dan berkurang rasa laparnya…Subhanallah, dan kita sudah merasa susah ketika bingung memilih, menu makan apa hari ini.

Apa Rasul tidak pernah sedih? Kawan, Rasul sudah yatim piatu sejak kecil, dan saat perjuangan dakwah makin sulit, Beliau kehilangan kekasihnya tercinta, Khadijah binti Khuwaylid ra… Sedih? Pasti…air matanya yang mulia ngga berhenti mengalir, dan Khadijah ra dikenang dan selalu dicintainya….
Dan kawan, apa Rasul tidak pernah terluka? Subhanallah, seumur hidup mungkin kita ngga akan ngerasain luka seperti yang dialami Sang Pemimpin seluruh Umat manusia…Pemimpin umat yang dicaci, dimaki, diludahi, diasingkan dan dihina keluarganya….pada suatu kisah, Rasul tengah bersedih karena putra satu-satunya, Abdullah meninggal dunia, pemimpin Quraisy, ABu Jahal mengatakan bahwa Rasul adalah orang yg “terputus”, pada masa itu, memiliki anak laki-laki adalah keharusan untuk menyambung nama keluarga…Rasul begitu sedihnya, hingga ALLAH menghibur dengan turunnya Surat Al Kautsar (1-3), yang ayat terakhirnya berbunyi, “Sungguh, orang2 yang membencimu, dialah yg terputus (dari rahmat ALLAH)”…Subhanallah..
 
Kawan semua…. Menjadi kekasih ALLAH bukan berarti ngga ngalamin segala hal yang ngga enak dalam hidup ini…. Itu berarti juga, jika kita sedih, susah, dan terluka, jangan buru-buru mengganggap ALLAH ngga cinta sama kita…. Marah dan berburuk sangka, justru akan menjauhkan kita dari Rahmat dan AmpunanNYA…Naudzubillah….

Yakin, ALLAH menurut persangkaan umatNYA…. So, ber'husnudzonlah selalu…

dan percaya deh, akan selalu ada penghiburan, akan selalu ada pengharapan…. 
Seperti firman ALLAH :

Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin ALLAH, dan barangsiapa beriman kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu (QS At-Taqabun 11)


Yeah dear, ALLAH punya rencana yang indah dibalik semua musibah yang kita alami…..
Mungkin ingin menghapus dosa-dosa kita… Hmmm…Mauuuuuu banget :D
Atau mungkinn untuk menegur kita…..menjadikan kita hamba yang lebih baik….lebih tawaddu….lebih qonaah…lebih khusyu…Subhanallah…

Atau juga, ALLAH sangat mencintai kita, hingga amat sangat menunggu tangisan dan permohonan kita di malam buta…ALLAH sangat ingin mendengar doa-doa kita, isak tangis kita, yup…saat duka menyentuh jiwa, sangat mudah air mata mengalir…. Sangat mudah doa bergulir… Sangat mudah…. Dan inilah yang dicintai ALLAH… Saat kita sungguh-sungguh menjadi hamba…. Sungguh-sungguh mengharap kebaikan Sang Maha Baik… Saat ALLAH lebih kita butuhkan dari sang kekasih, yang hanya makhluk… Hanya makhluk…. You know? ALLAH sangat sangat pencemburu… Jika sang arjuna lebih kita cintai, ALLAH pasti akan menegur kita…. Hingga hanya cintaNYA yang meraja hati yang DIA titipkan dalam relung raga kita…. Hhmmm….


So kawan, syukuri saat ALLAH masih menguji dan menegur kita…. Bersabar dan bersabar…. Nantikan kencan dengan ALLAH dimalam buta… Sambut cintaNYA dalam isak tangis dan doa kita…. Dapatkan cintaNYA dan rindukan saat-saat bertemu dengan Sang Maha Abadi… Hingga semua musibah, ngga ada artinya dengan indahnya iman dan pengharapan…. Cobalah kawan, untuk melewati hidup ini dengan “pelukan” cinta ALLAH di setiap sujud dan tahiyat….

Sabar dan mendekat pada cinta ALLAH, adalah jalan terindah yang ALLAH design untuk hati kita… Saat duka menyentuh jiwa…. Hingga kita dapatkan lebih dari sekedar duka, lebih dari sekedar luka…lebih…dan janji ALLAH…PASTI !!

Well dear, ngga ada yang mustahil bila kita niatkan ikhlas karena ALLAH… Yakin, ALLAH Rindu pada hamba yang merindukanNYA…. Selangkah kita menuju ALLAH…. Beribu langkah ALLAH mendekati dan mencintai kita… Subhanallah….

Ngga akan kecewa mencintai Sang Robbul ‘alamiin…. Ngga akan sia-sia pengharapan dan cinta kita…. Ngga akan meleset janjiNYa… Ngga akan..

So.. Belajar sabar yukk.. Dan bersyukur.. Dan mencinta.. Mencinta Sang Maha Pencinta.. Mencintai ALLAH..

--------------------

“Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanah. Wa fil aakhirati hasanah, waqinaa adzabannar”. Ya Allah karuniakanlah Kami kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.
Aamiin…

Minggu, 12 Februari 2012

 Jejak-Jejak Iblis

Fiqih Quran & Hadist Oleh : Redaksi 09 Aug, 04 - 7:34 am

"Maka setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan aurat keduanya yang tertutup kepada keduanya, dan setan berkata: 'Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon itu melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)'. Dia bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.' Dia membujuk keduanya dengan tipu daya...." (Al-A'raf: 20 -- 22).

Adam dan Hawa tinggal di surga. Iblis iri dibuatnya. Ia menyimpan dendam kesumat terhadap keduanya. Iblis pun berjanji akan mendongkel mereka dari surga. Tidak hanya itu, Iblis juga berjanji menggelincirkan anak cucu Adam sampai kiamat. Demi ambisinya, Iblis bahkan meminta dispensasi kepada Allah untuk bisa hidup sampai akhir zaman. Ia pun mencari celah untuk menggoda Adam dan Hawa. Celah itu akhirnya ia temukan. Iblis membujuk keduanya agar mendekati pohon larangan. Pohon yang Allah melarang keduanya untuk mendekati dan memakan buahnya. Keduanya tertipu, mereka mendekati dan memakan buahnya. Iblis tertawa terbahak. Akhirnya, mereka semua dikeluarkan dari surga.

Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan aurat keduanya yang tertutup kepada keduanya.... Setan tahu jika keduanya mendekati pohon larangan, aurat mereka akan tampak, karena mendekatinya adalah larangan dan melanggar larangan adalah maksiyat kepada Allah. Fawaswasa lahuma… (Iblis kemudian membisiki keduanya). Waswasah adalah bisikan hati dan suara yang pelan. Artinya, iblis melakukannya secara halus, melalui bisikan hati, dan kadang tidak terdeteksi.

Setan berkata, "Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon itu, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di surga."

Pintu tipu daya terbesar adalah ketika Iblis berhasil mengidentifikasi keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Demikian dikatakan oleh Ibnu Qoyyim. Keinginan…, itulah yang banyak menjadi pintu tipu daya setan. Seperti maklum, setan menggoda Anak Adam melalui aliran darah. Ia mencapai nafsu manusia dengan merasuk dan menanyainya, termasuk menanyai apa yang disukai dan apa yang tak disukai; apa yang diingini dan apa yang tak diingini. Anak Adam banyak terperdaya melalui pintu ini.

Setelah iblis berhasil mengendus keinginan moyang kita, ia menerapkan politik berikutnya. Apa itu? ia berkedok menjadi penasihat bagi keduanya. Tidak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan Adam dan Hawa, ia harus bersumpah dengan nama Allah. Untaian kalimatnya pun dibuat simpatik, Waqaasamahumaa innii lakumaa la-minan-naasihiin (Dia bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua....').

Sebuah ungkapan yang membuai, Ada penegasan dengan sumpah (waqaasamahumaa) , ada penegasan dengan kata sesungguhnya (inni), unsur objek dikedepankan dari subjek (lakumaa sebelum naasihin) yang mengandung makna pengkhususan, sehingga ayat tersebut bisa bermakna, "Nasihatku kuberikan khusus untuk kalian berdua, dan manfaatnya kembali kepada kalian berdua, bukan kepadaku."

Pekerjaan menasihati juga diungkapkan dengan isim fa'il yang menunjukkan sifat, dan bukan fi'il yang menunjukkan kejadian yang baru terjadi, sehingga ia dapat dimaknai: memberikan nasihat adalah sifat, watak, dan profesiku, bukan hal yang bersifat insiden.

Iblis juga menggambarkan dirinya sebagai salah satu dari banyak penasihat (laminan-naasihin), dengan begitu seolah dia berkata, "Banyak orang menasihatimu dalam hal ini, sedangkan aku hanya salah seorang dari mereka." Ini serupa dengan ungkapan, "Semua orang sependapat denganku dalam masalah ini, dan aku hanyalah salah seorang yang menyuruhmu berbuat begitu."

Singkatnya, iblis menggunakan politik meyakinkan, membesarkan hati, dan memberikan solusi untuk sebuah tindakan membohongi, menipu, dan memperdaya. Untuk meyakinkan, ia tampil sebagai pemberi nasihat atau konsultan profesional, yang pendapatnya diklaim mewakili pendapat kebanyakan. Bahkan, untuk menipu Adam dan Hawa, Iblis perlu menjuluki pohon larangan dengan pohon kekekalan, seperti dalam firman Allah, "Setan berkata: 'Wahai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon kekekalan (syajaratul khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa'?" (Thaha: 120).

Politik Iblis banyak ditiru pengikut-pengikutnya. Termasuk pengikutnya dari golongan manusia. Ada politik "penghalusan" semacam di atas. Kemungkaran banyak dijuluki dengan nama cantik. Judi dinamakan adu ketangkasan. Dahulu, judi bahkan dinamakan sumbangan dana sosial; pelacur dijuluki wanita idaman; riba disebut bunga; pengingkaran terhadap ayat dinamakan kontekstualisasi; penyelewengan Alquran diklaim membumikan Alquran; pembantaian penduduk sipil disebut penegakan demokrasi. Memerangi Islam disebut memerangi teroris, dan seterusnya.

Mendompleng keinginan orang juga lazim digunakan para pengikut setan. Jika mereka bermaksud mempengaruhi orang, agar maksud jahatnya terwujud, mereka memulai menyinggung keinginan, kemauan, dan kebutuhan orang yang dipengaruhi, seperti keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Kadang "singgungan" itu berupa rangsangan untuk menuju keinginan, kadang keinginan itu sendiri yang dipenuhi sebagai semacam "suapan". Betapa banyak misionaris yang membujuk umat Islam dengan kedok bantuan-bantuan kemanusiaan, terutama saat mereka tertimpa musibah atau terdesak kebutuhan. Juga betapa sering bangsa Barat memperalat pemerintahan negeri-negeri Islam untuk memerangi orang Islam dengan iming-iming yang menggiurkan atau yang lazim disebut dengan politik stick and carrot.

Sebagaimana Iblis berkedok menjadi penasihat profesional, para pengikutnya di era modern juga demikian. Penasihat yang memberikan arahan dan solusi. Jika iblis melegalisasi profesionalismenya dengan sumpah atas nama Allah, dan dengan penguatan-penguatan lain, para penasihat modern tampil dengan performa yang meyakinkah, kredibel, bonafid, dan sejenisnya karena sebelumnya memang telah diopinikan demikian. Maka, ketika sebuah negara sakit, mereka tampil menjadi dokter. Orang sakit tentu susah dan kurang etis jika membantah sang dokter, tak peduli diagnosanya keliru, juga tak peduli obat yang diberikan racun sekalipun. Betapa banyak negeri yang sami'na waata'na didikte oleh lembaga semacam IMF dengan dalih penyelamatan, meskipun sesungguhnya penjerumusan.

Jika setan suka mengatasnamakan orang banyak (sesungguhnya aku salah satu pemberi nasihat), setan modern demikian juga. Untuk menjustifikasi kemauannya, ia perlu menyatakan bahwa ia didukung oleh banyak pihak. Meski kadang dukungan tersebut lebih bersifat klaim, misalanya penganugerahan nobel perdamaian dan sejenisnya. Bukankah pada era modern opini media massa yang membentuk fakta dan bukan fakta yang membentuk opini? Contoh menarik dewasa ini adalah daftar kelompok teroris versi PBB yang diklaim atas masukan banyak negara, seolah daftar tersebut mewakili aspirasi mayoritas penduduk dunia.

Akhirnya, marilah kita berlindung kepada Allah dari tipu daya setan, seperti diajarkan Allah dalam Alquran, "Katakanlah: 'Aku berlindung dari Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahaan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia'." (An-Naas: 1 - 6). (Abu Zahrah).